Cara Membedong Bayi dengan Aman dan Benar

Cara Membedong Bayi dengan Aman dan Benar

Haii moms kali ini lanugo baby ingin memebrikan tips atau cara membedong baby dengan baik dan benar. Saat bayi baru lahir, orangtua biasanya sudah menyiapkan serangkaian perlengkapan bayi baru lahir, salah satunya kain bedong. Membedong bayi merupakan salah satu tradisi yang masih dipakai masyarakat luas. Banyak pro dan kontra mengenai pemakaian kain bedong pada bayi, lalu apa kegunaan dari bedong bayi? Bagaimana cara bedong bayi yang benar? Berikut penjelasannya yaa moms.

Cara bedong bayi dengan aman dan benar?

Meski dapat memberikan manfaat, cara bedong bayi tentu tidak boleh sembarangan. Jadi, pastikan moms mengetahui cara membedong bayi baru lahir yang aman dan benar dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Lipat kain jadi bentuk segitiga

Cara bedong bayi yang pertama adalah menempatkan kain atau selimut untuk membedong bayi (panjangnya sekitar 15-20 cm) di permukaan yang rata (seperti kasur) dengan sudut kain atau selimut berada di atas sehingga menyerupai bentuk segitiga. Lalu, lipat sedikit sudut atas kain atau selimut tersebut. Setelah dilipat langkah selanjutnya adalah menempatkan bayi di atasnya.

2. Tempatkan bayi di posisi yang tepat

Gendong bayi dan tempatkan perlahan di atas kain bedong. Pastikan bahu bayi berada tepat di atas batas lipatan kain atau selimut.

3. Perhatikan posisi lipatan kain

Luruskan tangan kiri bawah bayi agar rapat dengan tubuh. Kemudian, tarik ujung kain di sisi kiri bayi hingga menutupi lengan kiri dan area dadanya. Selipkan ujung kain ini di bagian bawah ketiak kanan bayi lalu ke punggung. Lipat kain bedong bayi bagian bawah ke arah pundak bayi. Ingat, jangan melipat kain terlalu ketat di area pinggul dan kaki bayi agar ia dapat bebas bergerak. 

4. Perhatikan posisi kain saat menutupi seluruh tubuh

Sambil memegang bayi dengan lembut agar tidak berpindah posisi, ambil ujung kain bedong sebelah kanan bayi lalu tarik hingga menutupi seluruh tubuhnya. Lipat sisa kain bedong ke bagian punggung bayi. 

5. Pastikan bayi tetap bisa begerak

Saat membedong si Kecil, pastikan tangan dan kakinya masih bisa dapat bergerak bebas. Posisikan kakinya agak menekuk ke atas dan berikan sedikit kelonggaran pada ikatan bedong. Jangan biyarkan ikatan bedong terlalu kencang hingga membuat cedera tangan dan kaki bayi.

Begitulah cara membedong bayi dengan aman dan benar, jangan lupa untuk membeli bedong nya di Lanugo Baby banyak varian motifnya dan bisa disorder melalui Shopee, Lazada, Tokopedia, JD.ID, dan juga Bukalapak dijamin bahannya yang sangat lembut, tidak bikin baby kepanasan dan juga sangat cocok buat baby, harganya juga pun sangat terjangkau.

Namun, tahukah Moms??  sejumlah penelitian medis ternyata menemukan manfaat bedong bayi. Simak ulasannya, seperti dikutip Preciouslittlesleep, Senin (14/3/2016) berikut ini:

a. Mengurangi risiko SIDS (sindroma kematian bayi mendadak) 

Pada 2007 Journal of Pediatrics melakukan meta-studi penelitian tentang bedong bayi. Salah satu hasil positifnya adalah bedong mengurangi risiko SIDS. Untuk keselamatan, jangan biarkan bayi tidur dengan posisi telungkup. Hal ini akan meningkatkan risiko SIDS.

b. Menenangkan bayi

Bedong bayi dapat membantu menidurkan bayi yang rewel. Selain itu, bedong ini juga dapat mencegah jari bayi melukai bagian kulitnya.

c. Melatih gerakannya

Banyak orang merasa, bayi yang baru lahir perlu bebas menggerakkan tangan dan kakinya. Namun tahukah Anda, bedong justru membantu mereka untuk melatih keterampilan motorik yang lebih baik. Bedong ini sangat membantu bagi bayi prematur.

d. Mengatasi tangisan bayi

Selain membantu teknik menenangkan, bedong juga mengurangi tangisan bayi hingga 28 persen. 

e. Tidur bayi lebih nyenyak

Bayi baru lahir harus tidur lebih lama untuk tumbuh kembangnya. Namun sebuah penelitian mencatat, bayi yang dibedong cenderung tidur lebih nyenyak. Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Pediatrics menemukan, bedong membantu bayi untuk tidur lebih lama dan efektif.

Risiko Membedong Bayi

Setelah memahami manfaat membedong bayi, Moms juga harus mengetahui risikonya. Membedong bayi terlalu erat dapat memengaruhi mobilitas dan perkembangannya.

Jika bagian kaki terlalu erat saat dibedong, bayi akan cenderung mengalami masalah dengan pinggulnya yang disebut hip dysplasia.

Moms juga mungkin pernah mendengar bahwa membedong akan meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Namun, International Society for the Study and Prevention of Perinatal and Infant Death (ISPID) mengatakan kalau SIDS bisa terjadi jika cara membedong salah, menambahkan selimut berat, atau ada benda lain di dekat Si Kecil saat tidur.

“Untuk mengurangi risiko SIDS, penting untuk menempatkan bayi Anda tidur terlentang. Beberapa penelitian telah menunjukkan peningkatan risiko SIDS dan mati lemas secara tidak sengaja ketika bayi terguling saat tidur menggunakan kain bedong,” kata Rachel Moon, MD, FAAP.

Para ahli juga merekomendasikan jika Moms memilih untuk membedong bayi, lakukan sesaat sejak lahir.

Tidak disarankan untuk membedongnya pada usia 2 hingga 3 bulan. Itu adalah saat risiko SIDS berada pada titik tertinggi.

“Kami merekomendasikan bayi menunggu untuk memasuki pusat penitipan anak sampai mereka berusia sekitar 3 bulan, dan pada saat itu bedong seharusnya sudah tidak digunakan karena bayi lebih aktif dan berguling,” kata Danette Glassy, ​​MD, FAAP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *